BERITANUSANTARA.com
FOLLOW BNC Like Like Like Like
Jumat | 16 Maret 2018 | 13:45 13:45:45 WIB

MEGAPOLITAN

Soal Sidak Air Tanah, Anies Incar Gedung di Kawasan Kuningan

REDAKSI - BERITANUSANTARA.COM
Soal Sidak Air Tanah, Anies Incar Gedung di Kawasan Kuningan
BERITANUSANTARA.com,- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan akan segera menginspeksi kepatuhan gedung-gedung di kawasan protokol ibu kota terhadap penggunaan air tanah.

Selain 68 gedung di koridor Sudirman-MH Thamrin yang akan diperiksa sampai Rabu, 21 Maret 2018 mendatang, kawasan lain yang diincar Anies adalah Kuningan dan Jalan Gatot Subroto.

Kepastian titik inspeksi berikutnya masih menunggu hasil survei yang sedang berlangsung di Sudirman-MH Thamrin saat ini.

"Sesudah itu, kami akan bergerak ke jalan-jalan protokol lainnya. Jadi Kuningan, Jalan Gatot Subroto, dan lain-lain kami akan kerjakan," kata Anies usai memimpin apel Tim Pengawas Terpadu Sumur Resapan, Instalasi Pengolahan Limbah, dan Air Tanah di Jakarta, Jumat (16/3).

Selain itu, Anies akan memeriksa izin penggunaan air tanah di perumahan. Dia tak menampik bahwa kebutuhan air bersih di beberapa wilayah ibu kota belum dapat terpenuhi oleh PD PAM Jaya dan operator penyedia seperti Aetra atau Palyja.

Prinsipnya, kata Anies, Pemprov DKI akan merampungkan pemeriksaan gedung-gedung sebelum "masuk" ke perumahan dan wilayah lain.

Dia berharap tidak hanya pemerintah yang menggalakkan kepatuhan penggunaan air tanah, penyediaan sumur resapan, dan pengelolaan air limbah. Tetapi, juga warga sampai tingkat RT/RW.

"Karena sebenarnya prinsipnya sederhana. Apalagi kalau menyangkut perumahan tidak memerlukan teknik-teknik yang rumit. Kalau untuk (pemeriksaan) gedung memang akan diperlukan keterampilan dan pengetahuan teknis khusus," kata dia.

Dalam empat hari terakhir, terhitung Senin (12/3) hingga Kamis (15/3), tim pengawas DKI telah memeriksa 40 pengelola/pemilik gedung tinggi di koridor Sudriman-MH Thamrin.
Gedung yang telah diperiksa antara lain Kementerian ESDM, Hotel Sari Pan Pacific, dan Hotel Mandarin Oriental.

Berdasarkan data Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang DKI, sebanyak 31 pemilik gedung telah melengkapi bangunannya dengan sumur resapan dengan secara keseluruhan berjumlah 145 titik dengan volume 3.500 meter kubik.

Namun, masih terdapat sembilan pemilik gedung yang belum melengkapi bangunannya dengan sumur resapan.

Kemudian, enam pemilik gedung telah melengkapi bangunannya dengan kolam resapan yang secara keseluruhan berjumlah sembilan titik.

Lalu, sebanyak 20 pemilik telah melengkapi bangunannya dengan instaslasi pengelolaan air (IPA) limbah. Sementara empat pemilik bangunan belum memiliki IPA limbah sama sekali.

Pekan depan, sejumlah bangunan yang akan diperiksa antara lain Ratu Plaza, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Mall FX, Kementerian Agama, dan Bank Indonesia. (wis)
News Update