BERITANUSANTARA.com
FOLLOW BNC Like Like Like Like
Rabu | 08 November 2017 | 12:45 12:45:07 WIB

HUKUM

Kasus e-KTP, KPK Periksa Gamawan Fauzi dan Hotma Sitompul

REDAKSI - BERITANUSANTARA.COM
Kasus e-KTP, KPK Periksa Gamawan Fauzi dan Hotma Sitompul
BERITANUSANTARA.com,- JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi dan pengacara Hotma Sitompul. Mereka berdua diperiksa dalam penyidikan kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP.

Gamawan tak banyak bicara pada pemeriksaan kali ini. Dia mengaku diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudiharjo.

"Diperiksa untuk Pak Anang," kata Gamawan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (8/11).

Nama Gamawan sempat mencuat dalam dakwaan dua mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri Irman dan Sugiharto. Dia disebut menerima uang dari proyek e-KTP sebesar US$4,5 juta, namun hal tersebut telah dibantahnya.

Selain itu, Gamawan juga disebut bertemu dengan Direktur Biomorf Lone LLC Johannes Marliem di Padang, Sumatera Barat, saat proyek e-KTP bergulir.

Lihat juga: Romli Atmasasmita: KPK Tak Kapok Jadikan Setnov Tersangka

Gamawan mengaku tak mengetahui orang yang ditemuinya adalah sosok diduga Marliem, yang diyakini jaksa penuntut umum KPK.

Sementara itu, Hotma mengaku menerima uang sebesar US$400 ribu dan Rp150 juta dari Irman dan Sugiharto.

Hotma telah mengembalikan uang sebesar US$400 ribu tersebut kepada KPK. Uang itu, kata Hotma merupakan imbalan sebagai kuasa hukum Kementerian Dalam Negeri.

KPK terus mengusut kasus korupsi e-KTP, yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun. Lembaga antirasuah itu menyebut telah menetapkan tersangka baru dalam proyek senilai Rp5,9 triliun.

Namun, identitas tersangka baru tersebut belum diumumkan secara resmi oleh KPK.

KPK membenarkan telah mengeluarkan surat perintah penyidikan (sprindik), dengan ditetapkannya seorang tersangka baru dalam kasus korupsi e-KTP. Sprindik itu diterbitkan pada akhir Oktober 2017 lalu.

Sprindik baru tersebut tercantum sebagai dasar dalam Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) tertanggal 3 November 2017, yang beredar di kalangan wartawan sejak Senin (6/11).

Dalam surat tersebut tertulis nama Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka dalam kasus korupsi e-KTP. Penetapan tersangka tersebut berdasarkan sprindik Nomor: Sprin.Dik-113/01/10/2017 tanggal 31 Oktober 2017. [CNNINDONESIA.COM]
News Update
  • Jalan Panjang Rompi Orange Untuk Setya Novanto

    HUKUM | 20 November 2017 | 12:10 WIBJAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat yang juga Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto akhirnya ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi, Minggu (19/11/2018). Tersangka kasus dugaan korupsi proyek
  • TNI-Polri Kembali Evakuasi Ratusan Warga Tembagapura

    NUSANTARA | 20 November 2017 | 12:05 WIBJakarta, CNN Indonesia -- Satgas Penanggulangan Kelompok Bersenjata (KKB) yang merupakan gabungan aparat TNI dan Polri kembali mengevakuasi ratusan warga kampung Banti, distrik Tembagapura, Mimika,
  • Novanto "Menghilang", MKD Akan Gelar Rapat

    HUKUM | 16 November 2017 | 10:34 WIBJAKARTA -- Mahkamah Kehormatan Dewan akan menggelar rapat pada Kamis (16/11/2017) ini. Rapat akan menyikapi langkah Komisi Pemberantasan Korupsi yang melakukan upaya jemput paksa terhadap Ketua DPR
  • Awal 2018 : Ada Reshuffle Kabinet

    POLITIK | 15 November 2017 | 12:09 WIBBANDUNG - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo memprediksi, dalam waktu dekat akan dilakukan perombakan atau reshuffle kabinet Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla
  • OPM Ungkap Alasan Jadikan Freeport "Medan Tempur"

    NASIONAL | 15 November 2017 | 10:26 WIBJAKARTA -- Dalam beberapa pekan terakhir, situasi keamanan Papua, Kabupaten Mimika khususnya memanas. Polri menyebut ada aksi Kelompok Kriminal Bersenjata di sana. Bukan hanya teror, kelompok ini