BERITANUSANTARA.com
FOLLOW BNC Like Like Like Like
Rabu | 01 November 2017 | 11:53 11:53:54 WIB

NASIONAL

TNI Perkuat Pertahanan Udara dan Laut dengan Alutsista Baru

REDAKSI - BERITANUSANTARA.COM
TNI Perkuat Pertahanan Udara dan Laut dengan Alutsista Baru
BERITANUSANTARA.com,- Jakarta -- Tentara Nasional Indonesia memperkuat pertahanan Indonesia dengan peralatan dan perlengkapan perang yang baru. Hal itu tak lepas dari rencana TNI Angkatan Udara membeli 11 pesawat Sukhoi, dan resminya TNI Angkatan Laut memiliki Kapal Perang RI (KRI) I Gusti Ngurah Rai.

Pengadaan alat utama sistem persenjataan baru itu tentu kian menambah kekuatan pertahanan Indonesia untuk matra udara dan laut.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan, pihaknya telah mengirim surat kepada Kementerian Pertahanan RI dengan tembusan Presiden Joko Widodo terkait rencana pembelian pesawat tempur Sukhoi.

"Dalam rapat terbatas, Presiden sudah memerintahkan agar pesawat tempur yang dibeli adalah Pesawat Sukhoi SU-35 yang siap tempur," kata Gatot dalam keterangan tertulisnya yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (31/10).

Gatot mengatakan, pesawat Sukhoi SU-35 yang akan datang sudah sesuai dengan spesifikasi yang diajukan oleh Kepala Staf TNI AU, yakni sudah siap tempur dan dilengkapi persenjataan seperti air to air missile, air to ground missile, bomb, ground suport equipment, simulator, dan suku cadang termasuk mesin cadangan.

Gatot berharap, 11 pesawat Sukhoi yang akan datang benar-benar sudah dilengkapi sesuai dengan persenjataan yang butuhkan TNI AU. Sebab spesifikasi itu yang menjadi motivasi TNI dalam membeli pesawat tempur jenis Sukhoi.

"Apabila pesawat Sukhoi yang datang tidak sesuai dengan spek yang diminta oleh Kasau, maka saya perintahkan untuk dibatalkan, kalau diterima berarti saya dan Kasau melaksanakan Insubordinasi kepada Presiden RI Joko Widodo," ujarnya.

Selain akan membeli Sukhoi SU-35 dari Rusia, untuk penambahan alutsista, TNI juga sudah membeli pesawat tempur F-16 dan Helikopter Apache dari Amerika Serikat--yang semuanya dilengkapi dengan persenjataan. Di samping itu, TNI juga sudah memesan alutsista lain dari negara Tiongkok dan negara-negara Eropa.

I Gusti Ngurah Rai, Perkuat Poros Maritim

Selain udara, TNI juga memperkuat pertahanan aspek laut lewat KRI I Gusti Ngurah Rai-332. Kapal perang dengan nama kode KRI GNR-332 itu telah resmi menjadi milik TNI AL belum lama ini.

Dalam kesempatan berbeda, Gatot mengaku senang dan berharap kapal tersebut bisa makin memperkuat kejayaan maritim Indonesia di masa-masa mendatang.

"Tentu Indonesia akan lebih kuat lagi poros maritimnya atas kehadiran kapal ini. Kita sedang buat 4 kapal, KRI (GNR-332) ini kapal kedua," kata Gatot di Markas Yonkav VII/Sersus, Cijantung, Jakarta Timur, Selasa (31/10).
TNI Perkuat Pertahanan Udara dan Laut dengan Alutsista BaruTNI AL resmi memiliki KRI I Gusti Ngurah Rai atau GNR-332. KRI ini diharapkan makin memperkuat pertahanan sekaligus mengawal kejayaan poros maritim Indonesia. (Dok. Puspen TNI).

KRI GNR-332 resmi diserahterimakan dari perusahaan kapal Belanda, Damen Schelde Naval Ship Building (DSNS) kepada TNI AL, di Surabaya, Jawa Timur, Senin (30/10) lalu. KRI GNR-332 merupakan kapal hasil kerja sama dengan sistem alih teknologi antara PT PAL dengan DSNS.

KRI ini jadi kapal perang jenis yang kedua yang didapat Indonesia. Kapal pertama sudah diserahterimakan pada awal tahun 2017 dari perusahaan yang sama.

Kedua kapal ini merupakan bagian dari proyek Ship Integrated Geometrical Modularity Approach (SIGMA).

Dari keterangan tertulis Dinas Penerangan TNI AL, KRI GNR-332 ini termasuk dalam jenis kapal Perusak Kawal Rudal (PKR).

KRI ini memiliki panjang 105,11 meter, lebar 14,02 meter, draft (badan kapal yang masuk ke dalam air) termasuk sonar 5,73 meter, bobot 3.216 ton, kecepatan hingga 28 knot, dan menampung 120 kru kapal.

Meski senang dengan kehadiran KRI GNR-332, namun di satu sisi Gatot mengaku sedih karena PT PAL belum bisa mandiri memenuhi perlengkapan militer strategis seperti kapal perang. Namun bagi Gatot, berdasarkan UU Nomor 16 tahun 2012 tentang Industri Pertahanan maka PT PAL seharusnya sudah bisa memproduksi kapal perang secara mandiri.

Gatot mengharapkan, industri pembuatan kapal perang ini ke depannya bisa dilakukan secara mandiri oleh PT Pal tanpa campur tangan negara lain. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan industri pertahanan dalam negeri sendiri.

"Yang kapal pertama dan kedua tak apa PT Pal hanya sebagai subkontraktor, kita belum mandiri. Tapi nanti untuk kapal ketiga semoga bisa 40 persen (mandiri) dan keempat kita harus mandiri penuh karena sudah mengacu pada UU itu," ujar Gatot.

Menindaklanjuti hal ini, Gatot meminta Kepala Staf TNI AL Laksamana Ade Supandi berkoordinasi dengan Kementerian Pertahanan dan Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) untuk mempercepat pelaksanaan ini. [CNNINDONESIA.COM]
News Update
  • Jalan Panjang Rompi Orange Untuk Setya Novanto

    HUKUM | 20 November 2017 | 12:10 WIBJAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat yang juga Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto akhirnya ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi, Minggu (19/11/2018). Tersangka kasus dugaan korupsi proyek
  • TNI-Polri Kembali Evakuasi Ratusan Warga Tembagapura

    NUSANTARA | 20 November 2017 | 12:05 WIBJakarta, CNN Indonesia -- Satgas Penanggulangan Kelompok Bersenjata (KKB) yang merupakan gabungan aparat TNI dan Polri kembali mengevakuasi ratusan warga kampung Banti, distrik Tembagapura, Mimika,
  • Novanto "Menghilang", MKD Akan Gelar Rapat

    HUKUM | 16 November 2017 | 10:34 WIBJAKARTA -- Mahkamah Kehormatan Dewan akan menggelar rapat pada Kamis (16/11/2017) ini. Rapat akan menyikapi langkah Komisi Pemberantasan Korupsi yang melakukan upaya jemput paksa terhadap Ketua DPR
  • Awal 2018 : Ada Reshuffle Kabinet

    POLITIK | 15 November 2017 | 12:09 WIBBANDUNG - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo memprediksi, dalam waktu dekat akan dilakukan perombakan atau reshuffle kabinet Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla
  • OPM Ungkap Alasan Jadikan Freeport "Medan Tempur"

    NASIONAL | 15 November 2017 | 10:26 WIBJAKARTA -- Dalam beberapa pekan terakhir, situasi keamanan Papua, Kabupaten Mimika khususnya memanas. Polri menyebut ada aksi Kelompok Kriminal Bersenjata di sana. Bukan hanya teror, kelompok ini