BERITANUSANTARA.com
FOLLOW BNC Like Like Like Like
Senin | 30 Oktober 2017 | 10:27 10:27:56 WIB

POLITIK

Alasan Golkar Pilih Usung Ridwan Kamil daripada Dedi Mulyadi

REDAKSI - BERITANUSANTARA.COM
Alasan Golkar Pilih Usung Ridwan Kamil daripada Dedi Mulyadi
BERITANUSANTARA.com,- JAKARTA. Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham mengatakan, keputusan Golkar mengusung Wali Kota Bandung Ridwan Kamil diambil melalui pertimbangan yang panjang.

Idrus menyadari, partainya sempat memberikan kesempatan kepada Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Dedi Mulyadi untuk maju sebagai bakal calon Gubernur Jawa Barat.

Akan tetapi, Golkar juga harus memperhatikan elektabilitas bakal calon gubernur yang diusung agar punya potensi besar untuk menang.

Berdasarkan survei Poltracking Indonesia pada Juni lalu, Emil berada di peringkat pertama dengan angka 21,38 persen. Sedangkan Dedi Mulyadi berada di posisi kedua di angka 4,88 persen.

"Hasil survei yang ada dengan keinginan bahwa Jabar (Jawa Barat) kami ingin menangkan pertarungan politik pada Pilkada 2018. Karena itu, maka hasil survei menjadi pertimbangan utama," kata Idrus di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, di Slipi, Jakarta Barat, Jumat (27/10/2017).

Ia mengatakan, telah berkomunikasi dengan Dedi sebelum memutuskan untuk mengusung Ridwan Kamil sebagai calon gubernur.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi saat diwawancarai di kantor redaksi Kompas.com, Palmerah, Jakarta, Selasa (24/10/2017). Dedi Mulyadi digadang-gadang menjadi salah satu kandidat calon gubernur dalam pemilihan kepala daerah Jawa Barat 2018.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi saat diwawancarai di kantor redaksi Kompas.com, Palmerah, Jakarta, Selasa (24/10/2017). Dedi Mulyadi digadang-gadang menjadi salah satu kandidat calon gubernur dalam pemilihan kepala daerah Jawa

Menurut Idrus, Dedi dapat menerima keputusan tersebut sebagai keputusan partai yang mengikat.

"Harmonisasi kepentingan sudah kami lakukan maka Golkar sudah mengambil keputusan sekali lagi mencalonkan Saudara Ridwan Kamil berpasangan dengan Daniel Mutaqqien," lanjut dia.[KOMPAS.COM]
News Update
  • Maju Pilgub Jateng, Sudirman Said Minta Anies Jadi Jurkam

    POLITIK | 21 Februari 2018 | 11:24 WIBCalon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said menyambangi Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (20/2) siang untuk bertemu Gubernur Anies Baswedan. Pada kesempatan itu, Sudirman yang pernah menjabat ketua tim
  • Rizieq Shihab: Saya Ingin Pulang

    NASIONAL | 21 Februari 2018 | 11:21 WIBTokoh Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab mengaku ingin segera pulang ke Indonesia karena dia merasa prihatin dengan kondisi negara yang menurutnya sedang kacau. Apalagi, sejak kepergiannya ke
  • Fahri Hamzah Tuding Nazaruddin Bersekongkol dengan KPK

    HUKUM | 20 Februari 2018 | 11:10 WIBWakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah menuding mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Nazaruddin bersekongkol dengan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK). Hal ini disampaikan Fahri
  • Ketua KPK: Belum Ada Nama SBY dalam Kasus Korupsi e-KTP

    NASIONAL | 09 Februari 2018 | 17:35 WIB Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menyatakan saat ini pihaknya belum menemukan keterlibatan Susilo Bambang Yudhoyono dalam kasus dugaan proyek pengadaan e-KTP. Menurutnya,