BERITANUSANTARA.com
FOLLOW BNC Like Like Like Like
Rabu | 25 Oktober 2017 | 06:05 06:05:25 WIB

HUKUM

Tim Advokat Andar Manik SH : Perkara Yani bin Bolo di Mesuji Lampung Rentan Kriminalisasi

REDAKSI - BERITANUSANTARA.COM
Tim Advokat Andar Manik SH : Perkara Yani bin Bolo di Mesuji Lampung Rentan Kriminalisasi
BERITANUSANTARA.com,- Tim Advokad ternama Jakarta Andar Manik SH menduga bahwa perkara Yani Bin Bolo di Mesuji Lampung rentan dengan kriminalisas.

PERKARA YANI bin BOLO NOMOR PERKARA :341/PID.B/2017/PN MANGGALA
PENGADILAN NEGERI MANGGALA LAMPUNG


Kronologis perkara

- Tahun 1982 terjadi transloc( transmigrasi local ) di daerah masuji Lampung seluas 54 Hektar di peruntukkan untuk masyarakat 61 kepala keluarga dengan luas masing masing 1 ha dengan bukti kepemilikan adalah SHP ( surat hak Penggarap)

- Bahwa atas lahan tersebut saudara Yani bin Bolo mendapatkan lahan di areal belakang dari jalan raya , sementara atas nama sayuti memiliki lahan di dekat jalan raya , namun di karenakan lahan saudara Yani lebih Datar dan lahan milik Sayuti tidak bagus maka sesama peserta transloc sepakat untuk tukar guling lahan tersebut sehingga kepemilikan atas nama Yani Menjai berada di bagian depan

- Bahwa sekitar tahun 1992 atas anjuran dari pemerintah bahwa setelah sepuluh tahun menggarap akan di tingkatkan surat kepemilikan dari SHP menjadi SHM yang di koordinir kepala desa

- Bahwa pada tahun 1992 telah terbit shm no 109 atas nama Yani Bolo dengan luas 10.000.000 m2 atau 1 ha

- Bahwa pada tahun 1994 lahan seluas 54 Ha PT,sinar Laut membeli lahan tersebut guna untuk mendirikan Pabrik Tapioka yang akhirnya masyarakat menjual lahan masing masing dengan surat SHP dan SHM yang di koordinir oleh kepada desa dan jajaranya yang kemudian dilakukan jual beli kepada PT Sinar laut, namun setelah di beli lahan tersebut ijin untuk mendirikan pabrik tapioca tidak di dapatkan karena Pemerintah melarang di karenakan Lahan transmigrasi tidak boleh di perjual belikan yang akhirnya ijin pabrik tidak di terbitkan

- Bahwa pada tahun 2001 pemerintah kabupaten mengeluarkan surat edaran yang intinya bahwa di atas lahan 54 ha tersebut terdapat 14 orang pemilik lahan yang belum dibayarkan dan di selesaikan dan di minta untuk mengembalikan surat suratnya kepada pihak yang berhak

- Bahwa sekitar tahun 2012 pt sinar laut menjual lahan tersebut kepada Teddy Yusuf dengan harga 5.4000.000.000 namun di karenakan di atas lahan tersebut masih ada bermasalah sehingga harganya di kurangi menjadi 4.5000.000.000 yang mana 900.000.000 di peruntukkan untuk penyelesaian masalah yang belum terselesaian

- Bahwa Pt SIANAR LAUT menjual ke Teddy Yusuf dengan pembelinya adalah mengatasnamakan Teddy Yusuf 18 Ha, istrinya 18 ha dan mertuanya 18 ha, yang kemudian sebagian dari lahan tersebut dihibahkan kepada pemerintah untuk didirikan rumah sakit daerah

- Bahwa sejak tahun 1982 sampai saat ini di atas lahan ke 14 warga yang belum terselesaikan sebagaimana di uraikan oleh surat bupati bahwa ke 14 orang tersebut belum di jual dan atau di selesaikan yang menggarap adalah masih pemilik sahnya

- Bahwa tahun 2013 Teddi Yusuf telah melaporkan warga Marwi CS termasuk di dalamnya salah satu adalah Yani bin Bolo yang masih menggarap dilahan mereka ke Polda Lampung dengan tuduhan PENYEROBOTAN namun telah di SP3kan oleh pihak kepolisian

- Bahwa setelah terjadi penghentian penyidikan di polda Lampung maka tiba tiba muncul laporan polisi SAYUTI yang melaporkan YANI BIN BOLO yang merupakan tetangga bersebelahan rumah dan sama sama peserta transmigrasi sejak awal dan tidak pernah ada masalah dengan tuduhan PENGGELAPAN dan PENIPUAN sebagaimana di atur dalam pasal 372 KUHP dan 378 KUHP,

- Bahwa SAYUTI telah menjual tanah tersebut kepada sinar Laut dan telah menerima uangnya sebesar 800.000 ribu sementara saudara Yani belum menjual dan menerima uang apapun dari pihak PT sinar laut sehingga saudara yani di tuduh menggelapkan SHM no 109 atas nama Yani bin Bolo

Bahwa Fakta dipersdangan

- Sayuti mengakui telah melakukan tukar guling dengan yani bin bolo sehingga lahan yang di depan dekat jalan raya dengan sertifikat atas nama Yani adalah menjadi milik yani dan lahan yang berada di posisi belakang adalah menjadi milik sayuti dengan sertifikat 1141 atas nama Sayuti dan telah di Jual dan menerima uang sebesar 800.000 dan juga di kuatkan oleh istrinya di persidangan

- Bahwa menurut sayuti dan istrinya hanya mengalami kerugian nama baik saja bukan secara materi, dan yang dirugikan secara materi adalah Teddy Yusuf karena sudah membeli lahan

- Bahwa kami selaku kuasa huum klien kami menduga perkara ini terkesan di paksakan dan di duga telah terjadi kriminalisasi terhadap YANI bin BOLO dikarenakan Bahwa seharusnya pasal yang di terapkan adalah pasal 310 dan atau pasal 311 KUHP karena yang di rugikan bukan materil

Dan jika pasal 372 dan atau 378 KUHP yang di sangkakan kepada YANI bin Bolo seharusnya yang melaporkan adalah Teddy Yusuf

"Bahwa kami selaku kuasa hukum Yani bin Bolo meminta kepada Majelis hakim Yang memeriksa mengadili dan Memutuskan Perkara ini untuk MELEPASKAN DARI SEGALA TUNTUTAN ( ONSLAG) klien kami" kata ANDAR MANIK SH



(MO)
News Update
  • Jalan Panjang Rompi Orange Untuk Setya Novanto

    HUKUM | 20 November 2017 | 12:10 WIBJAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat yang juga Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto akhirnya ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi, Minggu (19/11/2018). Tersangka kasus dugaan korupsi proyek
  • TNI-Polri Kembali Evakuasi Ratusan Warga Tembagapura

    NUSANTARA | 20 November 2017 | 12:05 WIBJakarta, CNN Indonesia -- Satgas Penanggulangan Kelompok Bersenjata (KKB) yang merupakan gabungan aparat TNI dan Polri kembali mengevakuasi ratusan warga kampung Banti, distrik Tembagapura, Mimika,
  • Novanto "Menghilang", MKD Akan Gelar Rapat

    HUKUM | 16 November 2017 | 10:34 WIBJAKARTA -- Mahkamah Kehormatan Dewan akan menggelar rapat pada Kamis (16/11/2017) ini. Rapat akan menyikapi langkah Komisi Pemberantasan Korupsi yang melakukan upaya jemput paksa terhadap Ketua DPR
  • Awal 2018 : Ada Reshuffle Kabinet

    POLITIK | 15 November 2017 | 12:09 WIBBANDUNG - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo memprediksi, dalam waktu dekat akan dilakukan perombakan atau reshuffle kabinet Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla
  • OPM Ungkap Alasan Jadikan Freeport "Medan Tempur"

    NASIONAL | 15 November 2017 | 10:26 WIBJAKARTA -- Dalam beberapa pekan terakhir, situasi keamanan Papua, Kabupaten Mimika khususnya memanas. Polri menyebut ada aksi Kelompok Kriminal Bersenjata di sana. Bukan hanya teror, kelompok ini