BERITANUSANTARA.com
FOLLOW BERITA NUSANTARA Like Like Like Like
Rabu | 06 September 2017 | 00:42:29 WIB

FOKUS PERISTIWA

Mantan Ketua KPK : Saatnya KPK Bersih-bersih

REDAKSI - BERITANUSANTARA.COM
Mantan Ketua KPK : Saatnya KPK Bersih-bersih
BERITANUSANTARA.com,- Jogjakarta - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas menilai kedatangan Direktur Penyidikan KPK Aris Budiman ke Panitia Khusus Angket KPK di DPR merupakan bentuk pembangkangan. Momentum tersebut harus dimanfaatkan KPK untuk melakukan evaluasi dan bersih-bersih di lembaga antirasywah tersebut.

"Momentum ini harus dijadikan untuk bersih-bersih, tidak hanya memberhentikan secara tidak hormat (Dirdik) saja, tapi juga evaluasi terhadap pejabat yang lain," kata Busyro di Yogyakarta, Jumat 1 September 2017.

Ia menyebut, pengawas internal harus ditinjau ulang karena dibutuhkan orang yang berani, berintegritas, dan tidak ada catatan hitam masa lalu. Selain itu, deputi penindakan dan kepala biro hukum juga harus dievaluasi.

Busyro menambahkan, pembangkangan Dirdik KPK terhadap pimpinan sekaligus bentuk penghinaan kepada KPK. Katanya, baru kali ini ada Dirdik yang berani dan nekat bertemu DPR.

"Setahu saya baru kali ini ada direktur yang seberani, senekat ini. Jangan-jangan sudah ada sinyal dari atasannya di KPK. Pimpinan KPK kita desak untuk memberhentikan secepat mungkin dan dikembalikan ke Mabes Polri," cetus Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM ini.

Ia pun meminta pimpinan KPK turun tangan untuk menanyakan kepada Direktur Penyidik KPK tersebut, jangan hanya menyerahkan kepada pengawas internal. Selain itu, yang disampaikan penyidik KPK di Pansus KPK juga harus diselidiki kebenarannya.

Terkait keberadaan Pansus KPK, Busyro konsisten menganggap Pansus tersebut sejak dulu merupakan lelucon saja karena pembentukannya penuh dengan keanehan karena dibentuk tanpa aklamasi dan voting.

Konflik di internal KPK  mencuat setelah Brigadir Jenderal Aris Budiman, Direktur Penyidikan KPK  nekad menghadiri undangan Panitia Khusus Hak Angket KPK di DPR, Selasa 29 Agustus 2017.

Arispun akhirnya dipanggil KPK untuk mengklarifikasi kehadirannya yang diduga membocorkan informasi internal ke pihak luar. Namun, keesokannya Aris Budiman malah melaporkan Novel Baswedan ke Polda Metro Jaya atas tuduhan pencemaran nama baik. Aris merasa nama baiknya dicemarkan oleh Novel melalui surat elektronik yang disebar ke sejumlah pegawai KPK. (yd)
Komentar ...
News Update