BERITANUSANTARA.com
FOLLOW BNC Like Like Like Like
Jumat | 27 Oktober 2017 | 14:10:37 WIB

FOKUS BISNIS

Menko Perekonomian Buka Rakornas Percepatan Satu Peta

REDAKSI - BERITANUSANTARA.COM
Menko Perekonomian Buka Rakornas Percepatan Satu Peta
BERITANUSANTARA.com,- Jakarta(BN)-Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution membuka Rakornas Percepatan Pelaksanaan kebijakan satu peta.Dalam sambutannya Menko menegaskan, dengan kebijakan one map policy, nantinya peta dasar Indonesia akan dibuat oleh Badan Informasi Geospasial, yang mana peta tersebut meliputi area beserta potensi sumber yang ada di dalamnya. .

"Saya ingin meng-higlight saja kebijakan satu peta itu betul betul sangat krusial dan urgent bagi negara yang seluas dan sebesar Indonesia. Bayangkan kalau kita pakai revolusi peta sendiri maka akan banyak persoalan didalam pelaksanaan kegiatan karena semua kegiatan pasti ada peta dasarnya," ujarnya dalam acara Rakornas Percepatan Pelaksanaan Kebijakan Satu Peta di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta, Kamis (26/10/2017).

Darmin menambahkan, dengan seluruh peta yang terkandung di dalamnya, peta ini nantinya akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang dilakukan pemerintah. Harapannya, pembangunan infrastruktur satu dengan lainnya bisa terintegrasi dan tidak saling berbenturan.

"Kebijakan satu peta merupakan upaya mewujudkan satu referensi dan standar yang menjadi acuan bersama dalam menyusun bernagai kebijakan perencanaan dan pemanfaatan ruang. Kita berharap Bappenas menggunakan peta dalam perencanaannya. Tentu kita tahu Bappenas sudah menggunakan itu. Tapi kalau satu peta pasti sangat bermanfaat," jelasnya.

Sebagai contohnya, jika nanti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat membangun waduk lengkap dengan irigasinya, maka bisa perjelas dengan data-data mengenai potensi daerah tersebut. Sehingga jikalau suatu ketika dimintai penjelasan maka data data lah yang akan menjawabnya.

"Kalau Kementerian PUPR membangun waduk itu diiringi penjelasan pembangunan irigasi dan waduk sekian kalau tabel yang berbicara. Kalau ada anggota DPD tanya loh ko tahun ini dibangun waduki di provinsi ini tapi kok dibangun irigasi? Secara logika teknis itu enggak masuk tapi logika politik masuk," jelasnya


Sementara itu,Kepala BIG Hasanuddin Zainal Abidin, mengatakan bahwa pengembangan kawasan seringi terbentur dengan masalah penggunaan lahan dan pemanfaatan ruang. Konflik ini sulit diselesaikan karena adanya peta yang saling tumpang tindih satu sama lain

Untuk mengatasi hal tersebut, dibutuhkan satu peta yang mengacu pada satu referensi geospasial, satu standar, satu basis data, dan satu geoporal yang dapat menjadi rujukan untuk memanfaatkan ruang dan penggunaan lahan ujar Hasanudin

Hasanudin menembahkan,Rakornas ini sendiri menjadi ajang bertukar pengetahuan di antara para pengambil kebijakan di tingkat nasional dan daerah, praktisi, akademisi dan berbagai pemangku kepentingan.

Sinergi berbagai pemangku kepentingan geospasial sangat penting agar tujuan besar PKSP tercapai, dan implementasi Kebijakan Satu Peta ini dapat mendukung adanya kepastian lahan dan tersedianya informasi spasial yang mudah diakses oleh semua pihak, sehingga diharapkan meningkatkan daya tarik investasi tegas Hasanudin.(Rhd)

News Update