BERITANUSANTARA.com
FOLLOW BNC Like Like Like Like
Senin | 12 Juni 2017 | 11:58:52 WIB

FOKUS BISNIS

RUPS PT Lion Mesh Prima dan Lion Metal Works Sepakat Bagi Deviden

REDAKSI - BERITANUSANTARA.COM
RUPS PT Lion Mesh Prima dan Lion Metal Works Sepakat Bagi Deviden
BERITANUSANTARA.com,- Jakarta,Beritanusantara.com,Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Lion Mesh Prima Tbk. Dan Lion Metal Works Tbk di JW Mariot hotel, Selasa (6/6), menyetujui untuk membagikan deviden tahun buku 2016 kepada para pemegang saham masing-masing.
RUPST Lion Mesh sepakat membagikan deviden sebesar Rp 10 per lembar saham, sementara RUPST Lion Metal sepakat membagikan deviden sebesar Rp 40 per lembar saham.
Dalam Public Expose yang digelar di tempat yang sama, Direktur Utama Lion Mesh Lawer Supendi mengatakan, untuk tahun buku 2016 penjualan perseroan mengalami sedikit penurunan yakni mencapai Rp 157 miliar, turun 9 persen. Hal ini disebabkan karena kenaikan bahan baku dan ketatnya persaingan.
Namun demikian, Lawer yakin dengan kondisi Indonesia yang terus lebih kondusif, akan menaikkan kondisi industry baja dan harga baja.
Belanja infrastruktur pemerintah akan naik. Demikian juga dengan properti diprediksi naik. Kita targetkan penjualan 2017 dapat naik 20 % atau mencapai Rp 190 miliar, tegas Lawer.
Sebelumnya, dalam Public Expose PT Lion Metal Works Tbk dipaparkan, RUPST perusahaan produsen peralatan perkantoran, peralatan rumah sakit, brankas dan peralatan sistem pengamanan, peralatan pergudangan, bahan bangunan dan konstruksi, serta Kanal-C, Lion Metal Works akan membagikan deviden sebesar Rp 40 kepada 520 juta lembar saham.
Menyetujui penetapan penggunaan keuntungan antara lain untuk pembagian dividen tunai sebesar Rp 40 per lembar saham atau total sebesar Rp 20, 806 miliar sebelum dipotong pajak yang akan dibayarkan pada 6 Juli 2017, kata Direktur Utama Lion Metal Cheng Yong Kim.
Selain bagi deviden, lanjut Cheng, RUPST juga menyetujui penggunaan dana sebesar Rp 500 juta untuk pembentukan Cadangan Wajib. Dan sisanya sebesar Rp 21,039 miliar dimasukkan sebagai laba ditahan.
Direktur Lion Metal Ir. Krisant Sophiaan M.Sc mengatakan, pada tahun 2016 PT Lion Metal Works Tbk. membukukan penjualan sebesar Rp 379,14 miliar atau turun 2.6% dibanding tahun 2015, dengan laba neto sebesar Rp 42,35 miliar. Sedikit menurun dibanding tahun lalu, kita tetap berusaha tingkatkan kinerja, ucap Krisant.
Sementara untuk tahun 2017 ini, PT Lion Metal Works mentargetkan penjualan naik 5 persen, dan net profit ditargetkan meningkat mencapai Rp 45 miliar, dari Rp 42 miliar di tahun 2016.
Hingga Maret 2017, pendapatan sebesar Rp 99,03 miliar, dan Laba sebesar Rp 5,56 miliar. Kami optimis. Karena kondisi perekonomian Indonesia tahun 2017 diperkirakan semakin kondusif. Selain itu meningkatnya konsumsi baja domestic dan naiknya belanja infrastruktur pemerintah diperkirakan akan memperbaiki kondisi industry baja dan harga baja domestic. Disamping itu, permintaan di sector property diperkirakan akan mulai meningkat pada akhir tahun 2017 sehubungan dengan terus menurunnya tingkat suku bunga pinjaman bank, papar Krisant.
Keyakinan senada disampaikan Dirut Lion Metal Cheng Yong Kim, Indonesia akan bangun banyak bandara. Itu kesempatan bagus untuk kita. Bisa suplai dengan alat-alat kita. Kemudian selanjutnya kita juga bisa service maintenencenya, ujarnya.
Sementara mengenai membanjirnya ptoduk impor barang sejenis dengan harga lebih rendah, Cheng menegaskan, pihaknya tidak terlalu khawatir sebab produk import tersebut memiliki kualitas rendah yang tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan, sehingga akan mudah rusak saat digunakan dan dapat membahayakan keselamatan.
Kalau kita sangat konsern dengan kualitas. Barang impor itu banyak lebih murah dikit, tapi kualitasnya rendah. Kita jaminan kualitas. Yang penting lihat kualitas. Kita value added untuk produk kita. Kita minta supaya barang-barang ini (impor) juga sesuai standar/ kualitas yang ditetapkan, pungkas Cheng Yong Kim.(Guruh)
News Update
  • Kapolri Siap Lawan Segala Gerakan Radikal Dan Intoleran

    NASIONAL | 15 Agustus 2017 | 14:13 WIBIndonesia memiliki tiga syarat menjadi negara super power. Antara lain memiliki sumber daya manusia (SDM) yang sangat besar, sumber daya alam (SDA) yang sangat kaya, dan memiliki wilayah yang sangat
  • Jika SBY Bertemu Megawati, Apa Manfaatnya untuk Jokowi?

    POLITIK | 15 Agustus 2017 | 14:06 WIBBanyak kata bijak tentang sebuah bangsa, salah satunya, "Bangsa besar adalah bangsa yang menghormati pemimpinnya." Banyak pula kata bijak tentang pemimpin, di antaranya, "Engkau tidak harus
  • Dedi Mizwar: Saya Tidak Anti Investasi!

    NUSANTARA | 15 Agustus 2017 | 14:02 WIBBANDUNG, KOMPAS.com - Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, mengatakan bahwa ketegasannya terhadap pengembang di Bekasi bukan berarti antiinvestasi. Menurut dia, tindakannya itu semata untuk
  • Upaya Pemerintah Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Ultra Mikro

    LIPUTAN KHUSUS | 15 Agustus 2017 | 02:03 WIBBeritaNusantara | Jakarta, Selasa (15/8/17) Pemerintah terus berupaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, namun sulitnya memperoleh kredit melalui jasa perbankan yang mengharuskan adanya