BERITANUSANTARA.com
FOLLOW BNC Like Like Like Like
Minggu | 11 Juni 2017 | 02:24:13 WIB

NASIONAL

Aliansi Kebangsaan Kembali Gelar Diskusi Kebangsaan "Pancasila Sebagai Counter Ideology"

REDAKSI - BERITANUSANTARA.COM
Aliansi Kebangsaan Kembali Gelar Diskusi Kebangsaan
BERITANUSANTARA.com,- BeritaNusantara | Jakarta, Minggu (11/6/17) Bertempat di Sultan Residence – Jakarta Selatan, Aliansi Kebangsaan, salah satu lembaga independen yang memperjuangkan isu-isu kebangsaan kembali menggelar diskusi kebangsaan bertajuk, “PANCASILA SEBAGAI COUNTER-IDEOLOGY TERHADAP IDEOLOGY TRANSNASIONAL” pada Jumat, 9 juni 2017 Kemarin. ¬Turut hadir dalam diskusi tersebut antara lain, Pontjo Sutowo (Ketua Aliansi Kebangsaan), Dr. Saafroedin Bahar, Yudi Latief Ph. D (Ketua UKP-PIP), serta sejumlah pakar lainnya.

Dr. Saafroedin Bahar yang saat itu menjadi pembicara utama, dalam pemaparannya menjelaskan, “Pada dasarnya, ideologi transnasional adalah berbagai bentuk ideologi yang bertujuan penguasaan seluruh umat manusia di seluruh dunia oleh sekelompok orang atau golongan. Landasan ideologi transnasional ini beraneka ragam, seperti sekedar nafsu untuk berkuasa atau untuk menjarah wilayah lain; keyakinan akan superioritas ras sendiri dan inferioritas ras lainnya; ambisi untuk menguasai wilayah dan sumber daya alam di negara lain; atau adanya keyakinan akan adanya missi suci untuk meyebarkan agama atau ideologi yang dianutnya ke seluruh pelosok dunia. Sudah barang tentu, agar bisa mencapai tujuannya, ideologi transnasional ini memerlukan dukungan kekuatan, baik kekuatan militer, kekuatan politik, maupun kekuatan ekonomi, dan kekuatan sosial budaya.”

Mantan Staf Ahli Menteri Sekretaris Negara Bidang Politik ini juga menambahkan, “Walaupun istilahnya sendiri tidak terdapat secara eksplisit dalam Undang-Undang Dasar 1945, namun Pancasila, baik sebagai Dasar maupun sebagai Ideologi Negara, tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yang keterangan otentiknya terdapat dalam Penjelasan Umum Undang-Undang Dasar 1945. Seperti dapat diduga, Pancasila sebagai Ideologi Negara merupakan antithesis dari ideologi transnasional yang pernah ada. Pancasila tidak dimaksudkan untuk menguasai wilayah, bangsa, atau negara lain. Pada dasarnya Pancasila bertujuan untuk mempersatukan berbagai suku dan golongan di Indonesia, untuk membangun masa depan yang lebih sejahtera dan lebih adil,” imbuhnya.

Bagaimanakah peluang Pancasila dalam menghadapi ancaman berbagai bentuk ideologi transnasional tersebut ? “Begini. Pancasila mempunyai dua kekuatan yang bisa kita andalkan, yaitu : 1) sistem nilai Pancasila merupakan kristalisasi sistem nilai yang hidup dalam masyarakat Indonesia, sehingga Pancasila mempunyai legitimasi kultural yang tinggi. 2) Sehubungan dengan itu, rumusan formal Pancasila seperti terdapat dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 mendapat dukungan formal dari sebagian besar rakyat Indonesia.”

“Keberhasilan Pancasila sebagai counter ideology terhadap berbagai bentuk ideologi trans nasional ini bergantung pada keberhasilan kita semua untuk memelihara kekuatan Pancasila, dan membenahi berbagai bentuk kelemahannya,” tutup Dr. Saafroedin Bahar.
News Update
  • Kapolri Siap Lawan Segala Gerakan Radikal Dan Intoleran

    NASIONAL | 15 Agustus 2017 | 14:13 WIBIndonesia memiliki tiga syarat menjadi negara super power. Antara lain memiliki sumber daya manusia (SDM) yang sangat besar, sumber daya alam (SDA) yang sangat kaya, dan memiliki wilayah yang sangat
  • Jika SBY Bertemu Megawati, Apa Manfaatnya untuk Jokowi?

    POLITIK | 15 Agustus 2017 | 14:06 WIBBanyak kata bijak tentang sebuah bangsa, salah satunya, "Bangsa besar adalah bangsa yang menghormati pemimpinnya." Banyak pula kata bijak tentang pemimpin, di antaranya, "Engkau tidak harus
  • Dedi Mizwar: Saya Tidak Anti Investasi!

    NUSANTARA | 15 Agustus 2017 | 14:02 WIBBANDUNG, KOMPAS.com - Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, mengatakan bahwa ketegasannya terhadap pengembang di Bekasi bukan berarti antiinvestasi. Menurut dia, tindakannya itu semata untuk
  • Upaya Pemerintah Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Ultra Mikro

    LIPUTAN KHUSUS | 15 Agustus 2017 | 02:03 WIBBeritaNusantara | Jakarta, Selasa (15/8/17) Pemerintah terus berupaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, namun sulitnya memperoleh kredit melalui jasa perbankan yang mengharuskan adanya