BERITANUSANTARA.com
FOLLOW BNC Like Like Like Like
Minggu | 08 April 2018 | 02:08:45 WIB

NASIONAL

Perluasan Lahan Solusi Mengatasi Krisis Impor Pangan Nasional

REDAKSI - BERITANUSANTARA.COM
Perluasan Lahan Solusi Mengatasi Krisis Impor Pangan Nasional
BERITANUSANTARA.com,- Jakarta, Minggu (8/4/2018) Bertempat di Merak Room,JCC Senayan Aliansi Kebangsaan, FKPPI dan Yayasan Suluh Nuswantara Bhakti kembali menggelar Diskusi Panel Serial “Menggalang Ketahanan Nasional Untuk Menjamin Kelangsungan Hidup Bangsa” seri ke-10 dengan pembicara antara lain Ir. Siswono Yudo Husodo,Ir Rachmat Witoelar, Pontjo Sutowo serta Prof. Dr. La Ode Kamaludin selaku moderator.

Ketua FKPPI sekaligus Ketua Aliansi Kebangsaan, Pontjo Sutowo dalam paparannya menyampaikan, “Masalah pangan, air, dan lingkungan hidup merupakan masalah mendasar bagi kelanjutan hidup bangsa. Saat ini, Indonesia terjadi mismatch antara ketersediaan pangan dngan pertumbuhan penduduk.”

“Sudah saatnya bangsa ini memikirkan adanya kebijakan yang lebih terpadu guna mengkristalisasi lessons learned yang sudah diperoleh,” ungkap Pontjo.

Isu impor pangan menjadi salah satu pembahasan diskusi yang diselenggarakan pada hari Sabtu (7/4) kemarin. Dalam kesempatan tersebut, Ir. Siswono Yudo Husodo menyampaikan, “Saat ini Indonesia masih sangat tergantung dengan impor pangan. Dilihat dari persentase impor terhadap kebuuhan pangan, posisi Indonesia kritis.”

Siswono juga menjelaskan, pada Desember 2017 lalu, angka impor barang konsumsi menyentuh angka 18,49 Trilyun, tertinggi dalam sejarah. Dikhawatirkan, pada 2020 mendatang, Indonesia harus mengimpor pangan senilai 1500 Trilyun.

“Ada 2 hal yang harus diantisipasi, pertama dengan cara memperluas lahan pangan yang ada, dan yang kedua waspada terhadap konspirasi asing yang ingin menguasai sektor pertanian dan pangan Indonesia. Sejak pemerintah membuka diri terhadap bantuan Amerika melalui PL-408 di awal tahun 70an, secara bertahap bangsa ini menjadi pemakan gandum yang tidak dapat diproduksi sendiri,” tutup Siswono.

Selain isu impor pangan, Indonesia juga patut waspada terhadap perubahan iklim dunia, seperti yang disampaikan Ir. Rachmat Witoelar dalam kesempatan yang sama. “Indonesia perlu hati-hati terhadap perubahan iklim dunia, hal tersebut menjadi salah satu ancaman terhadap keutuhan wilayah nasional dan integritas nasional. Perubahan iklim menyebabkan kenaikan suhu bumi yang mengakibatkan permukaan air laut menjadi meningkat serta memicu mundurnya garis pantai.”
News Update