BERITANUSANTARA.com
FOLLOW BNC Like Like Like Like
Senin | 12 Februari 2018 | 23:53:58 WIB

MEGAPOLITAN

FKPPPCI Tuntut Hak Di Cijantung

REDAKSI - BERITANUSANTARA.COM
FKPPPCI Tuntut Hak Di Cijantung
BERITANUSANTARA.com,- JAKARTA, Forum Komunikasi Putra Putri Penghuni Cijantung II (FKPPPC-II) yang terdiri dari laki - laki dan perempuan yang masih berusia muda, setengah tua bahkan yang sudah berusia ujur terus melakukan unjuk rasa dalam rangka untuk memohon keadilan dan perlindungan hukum atas hak-hak sipil yang berlaku.

Seperti diketahui, mereka merupakan keturunan atau anak-anak pahlawan pejuang kemerdekaan RI, yang orang tuanya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta Selatan.

"Unjuk rasa damai yang kami lakukan imi merupakan upaya menyampaikan aspirasi dan meminta agar hak kami yang dirampas secara tidak manusiawi dan melanggar aturan dikembalikan kepada kami, yakni hak kepemilikan rumah di wilayah Cijantung II Jakarta Timur", ungkap Ketua FKPPPC-II Drh. Ida Soenar Indarti dilokasi unjuk rasa, jalan Anyelir Cijantung, Jakarta Timur, Minggu (11/2/18) sore.

Ida menjelaskan, beberapa waktu lalu petugas dari Kodam Jaya menggusur rumah mereka. Setelah eksekusi penggusuran itu, hingga saat ini mereka sudah tidak memiliki tempat tinggal alias hidup hanya mengontrak.

"Kenapa pelanggaran yang memalukan itu harus terjadi kepada anak-anak pahlawan pejuang kemerdekaan. Profesi orangtua kami adalah berperang, pertaruhkan darah dan nyawa untuk negeri ini. Hal ini tidak di pandang oleh Kodam Jaya, kami menjadi tuna wisma dan menderita lahir bathin. Kami meminta kembali dapat menempati tempat kami tersebut", ujarnya.

Kembali dijelaskan, pihaknya sangat ingin kembali sebagai pemilik tanah dan rumah itu, karena dari A sampai.Z, Kodam telah melakukan penggusuran illegal dan melanggar undang-undang, dan tidak patuh terhadap himbauan kebijakan pemerintah yang ditargetkan 5 juta sertifikat tahun 2017 dan 7 juta untuk tahun 2018.

"Pada kenyataannya tanah Cijantung II bukan milik Kodam Jaya karena sejatinya untuk menentukan golongan rumah Negara syaratnya tanah itu harus milik instansi Kodam Jaya. Rumah Dinas secara UU sudah dihapus menjadi rumah negara. Menurut UU, rumah RSS tahun 60 tersebut telah mengalami penyusutan 2 persen setahun. Kalau tanahnya dilihat dari peta online BPN berwarna putih, belum didaftarkan. Saya gambarkan, rumah Cijantung II diberikan oleh Jenderal Mayor Gatot Subroto sebagai rumah tinggal dibangun dengan tipe RSS dan dikelola selama 60 tahun dan bayar PBB selama 40 tahun", bebernya kepada wartawan.

FKPPC II katanya, menuntut Menteri Pertahanan RI bertanggungjawab untuk mengembalikan dan membiarkan FKPPC-II memperoleh secarik pelepasan yang sebetulnya tidak berdasar.

"Penyelesaian Cijantung II harus dengan dasar UU, bukan peraturan kedinasan. Karena tidak terbukti tanah terebut bukan milik Kodam Jaya. Kami minta kembali ke Cijantung II, kalau Kodam Jaya dan Menhan RI tidak menggubris tuntutan FKPPPC-II, kami sebagai keturunan pahlawan, akan berjuang mencari jalan sampai bisa mendapatkan haknya yang dirampas, yakni kembali ke Cijantung II", tambahnya.

Diakuinya, pada saat penggusuran, FKPPPC II belum memahami dan mendalami UU, hingga pihaknya tidak dapat berbuat apa-apa.

"Padahal didalam undang-undang dinyatakan hak penguasaan hanya bisa dilakukan pada saat negara dalam keadaan bahaya, tentara diperbolehkan melakukan pengusaan sementara terhadap barang di atasnya, bukan penguasaan terhadap hak tanah", ujarnya lagi.

Lebih lanjut katanya, keinginan mereka itu hanya satu, kembalikan mereka kerumahnya. Karena itu yang paling pantas. Bukan pemberian kerohiman. Hal itu tidak layak dan tidak pantas. (Rhd)
#
News Update
  • Waskita Klarifikasi Kecelakaan Tol Becakayu

    MEGAPOLITAN | 20 Februari 2018 | 11:26 WIBJakarta(BN)-PT Waskita Karya (Persero) Tbk memberikan klarifikasi pemberitaan yang kadung beredar. Bahwa bukan tiang pancang proyek Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) yang jatuh melainkan
  • Sambut Imlek, Pegipegi Hadirkan Program TEBAR HOKI

    LIFESTYLE | 15 Februari 2018 | 03:31 WIBJakarta, Kamis (15/2/18), Meriahkan perayaan Tahun Baru Imlek 2018, perusahaan online travel agent "Pegipegi" kembali hadirkan penawaran menarik melalui program "Pegipegi Tebar Hoki". Program ini