BERITANUSANTARA.com
FOLLOW BNC Like Like Like Like
Sabtu | 02 Desember 2017 | 12:57:35 WIB

LIPUTAN KHUSUS

Peran Pembentukan dan Penegakan Hukum dalam Menggalang Ketahanan Nasional

REDAKSI - BERITANUSANTARA.COM
Peran Pembentukan dan Penegakan Hukum dalam Menggalang Ketahanan Nasional
BERITANUSANTARA.com,- Jakarta, Sabtu (02/12) Bertempat di Merak Room, JCC Senayan-Jakarta Selatan, Aliansi Kebangsaan bersama FKPPI dan Yayasan Suluh Nuswantara Bakti kembali menggelar diskusi panel kebangsaan seri kedelapan yang masih merupakan rangkaian ulasan dari tema utama "Menggalang Ketahanan Nasional untuk Menjamin Kelangsungan Hidup Bangsa" dan seri kedelapan ini mengulas Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan (ATHG) dari Dalam Negeri dari sudut peran Pembentukan dan Pembinaan Hukum.

Turut hadir sebagai pembicara dalam kegiatan ini antara lain Pontjo Sutowo (Ketua Umum Aliansi Kebangsaan dan FKPPI), Prof. Dr. Satya Arinanto, S.H, M. H, Dr. Bambang Kesowo serta Prof. Dr. La Ode Kamaluddin selaku moderator. Pembahasan Pembentukan dan Pembinaan Hukum ini dianggap sebagai salah satu sektor sentral seperti yang diutarakan Pontjo Sutowo dalam pengantarnya,

"Selain bidang kebudayaan, menurut pandangan saya, pembentukan dan penegakan hukum merupakan mata rantai terlemah dalam kehidupan bernegara kita. Bidang inilah terlihat paling banyak masalah yang harus kita hadapi dan kita selesaikan, sedangkan kemajuannya paling seret, padahal pada keberhasilan bidang inilah bergantung berhasil atau gagalnya transformasi dari sebuah koloni menjadi sebuah Negara nasional yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur."

Pontjo juga menambahkan,"Proses pembentukan dan penegakaan hukumm merupakan suatu tugas kenegaraan yang bersifat mendasar dan berdimensi banyak yang harus ditangani secara serius dan berkesinambungan, serta didukung oleh seluruh lapisan dan golongan," ungkap Pontjo.

Menanggapi hal tersebut, Dr. Bambang Kesowo menyampaikan,"Seiring dengatopik ni, agaknya bagus bila disorong sebagai sebuah rangsangan fikir bahwa kewaspadaan dan upaya mengatasi ATHG dari dalam negeri dan yang bersifat asimetrik, utamanya yang bersifat ideologis, difokuskan pada 3 hal yakni, kualitas manusia Indonesia, pembenahan aturan dasar, dan penataan ulang kelembagaan Negara baik yang berkenaan dengan segi substansi maupun prosedur. Sikap semu dan ragu dalam menyikapi dan menyelesaikan ketiga hal tersebut, bisa-bisa justru menjadi ATHG itu sendiri," ungkapnya.

Lebih jauh Prof. Dr. Satya Arinanto pula menyampaikan,"Pembangunan hukum nasional merupakan salah satu bidang pembangunan yang penting, yang juga memerlukan perhatian dan penanganan serta intensif. Inkonsistensi dan tumpang tindihnya berbagai peraturan dalm pelbagai bidang menyebabkan upaya pembangunan hukum nasional menjadi agak sulit dilakukan"

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Satya Arinanto juga menjelaskan, diperlukan suatu politik pembangunnan hukum nasional yang komperhensif untuk memperbaiki dan menyempurnakan tatanan hukum dalam era reformasi.

Permasalahan utama politik pembangunan hukum nasional antara lain dalam memperbarui atau mengganti peraturan hukum dari masa kolonial yang masih berlaku melalui Aturan Peralihan UUD 1945 dan menciptakan hukum baru yang secara utuh bersumber pada Pancasila dan UUD 1945 sesuai dengan tuntutan perkembangan masyarakat pada tingkat lokal, nasional, regional, internasional dan internasional dalam era globalisasi.
News Update
  • Pruduk Smart TV HISENSE Hadir di Electronic City

    MEGAPOLITAN | 12 Desember 2017 | 21:57 WIBJakarta, Selasa (12/12) Bertempat di Electronic City SCBD-Jakarta Selatan, brand TV yang sukses menjadi TV no.1 di China selama 13 tahun, HISENSE memperkenalkan produk TV terbaru mereka di tanah air
  • Ketum LIRA Jihan Dan Rezka Selain Itu Palsu

    HUKUM | 09 Desember 2017 | 14:01 WIBJakarta,Beritanusantara.com,- Pendiri dan sekaligus Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) HM. Jusuf Rizal memberikan keterangan bahwa DPP Perempuan Lira hanya dipimpin Ketum, Hj. Jihan Savitri
  • Jelang HARBOLNAS Lazada Umumkan TV Show Perdana Lazada

    LIFESTYLE | 08 Desember 2017 | 20:18 WIBJakarta, Jumat (8/12/17) Jelang puncak pagelaran HARBOLNAS 12.12, sebagai salah satu founding father pagelaran perayaan ini, LAZADA menghadirkan rangkaian acara serta promo menarik, salah satunya