BERITANUSANTARA.com
FOLLOW BNC Like Like Like Like
Jumat | 03 November 2017 | 12:09:38 WIB

LIPUTAN KHUSUS

ASUKA Dorong Kepastian Payung Hukum Penyiaran TV Digital Indonesia

REDAKSI - BERITANUSANTARA.COM
ASUKA Dorong Kepastian Payung Hukum Penyiaran TV Digital Indonesia
BERITANUSANTARA.com,- Jakarta, Jumat (3/11/17) Bertempat di Novotel Gajah Mada, Jakarta Pusat, ASUKA brand digital tv mobil (Digital Car TV) menggandeng ATSDI Asosiasi Televisi Siaran Digital Indonesia menggelar talkshow bertajuk TELEVISI DIGITAL INDONESIA, TERLAMBAT ATAU DIPERLAMBAT. Dengan menghadirkan pembicara yang antara lain Erik Limanto (Dirut Asuka), Charles Honoris (DPR Komisi I), Diani Citra (Staff Ahli Kominfo), dan Eris Munandar (Ketua ATSDI) yang membahas kepastian paying hukum penyiaran televise digital tanah air.

Kegiatan acara ini dilakukan untuk satu misi dari semua pihak, yaitu menunjukkan bahwa Indonesia satu suara menyuarakan dukungan dan mendorong kemajuan bangsa ini untuk bermigrasi segera dari televisi analog ke digital. Banyak pihak pun sebelum RUU disahkan, mereka telah mempersiapkan langkah yang akan dilakukan apabila meja hijau telah berbicara dan payung hukum ditetapkan.

Sebuah data menunjukan, lebih dari 120 negara telah berhasil melakukan Analog Switch Off (ASO) dan berhasil di negaranya menjadi lebih maju dibidang teknologi pertelevisiannya. Pokok masalah ini sudah menjalani proses sampai sekitar 10 tahun dan tak kunjung selesai sampai saat ini. Menjawab pertanyaan tersebut Charles Honoris menyampaikan, "Menurut saya bukan terlambat tapi memang sangat lambat, namun dirinya memastikan, RUU penyiaran TV digital segera rampung awal tahun."

Disinggung mengenai ada atau tidaknya kepentingan dengan pihak swasta yang memperlambat proses ketuk palu UU tersebut, Charles pun menambahkan,"Ada beberapa factor antara lain, alotnya pembahasan serta tarik ulur dengan sejumlah stakeholder, namun sekali lagi saya tekankan, awal tahun depan, UU penyiaran TV digital segera rampung,"tambah Charles.

Dalam kesempatan yang sama, Erik Lim (Dirut Asuka) mengatakan,"Sejauh ini, masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahui perbedaan serta manfaat TV digital dengan TV Analog, hal ini tentu menjadi urgensi bagi pemerintah untuk segera memberikan payung hukum serta mengedukasi dan mensosialisasikan hal tersebut.prinsipnya kami membantu memperjuangkan mewujudkan misi era digital DVB-T2 sehingga terciptanya ekonomi digital yang kuat melalui pemerataan informasi."

Lebih jauh, Staff Ahli KOMINFO, Diani Citra juga menambahkan, "Jika dilihat dari segi teknologi dan infrastruktur, kita sudah sangat siap, hal ini juga sejalan dengan program pemerintah yang sedang fokus menjadi digital ekonomi terkuat di asia Tenggara, dan jika payung hukumnya belum ada kepastian, kita akan kehilangan opportunity cost," tutup Citra.
News Update