BERITANUSANTARA.com
FOLLOW BERITA NUSANTARA Like Like Like Like
Senin | 12 Juni 2017 | 01:31:45 WIB

EKONOMI

Harga BBM dan Listrik Terancam Dinaikkan Lagi Oleh Pemerintah, Rakyat semakin Dicekik

REDAKSI - BERITANUSANTARA.COM
Harga BBM dan Listrik Terancam Dinaikkan Lagi Oleh Pemerintah, Rakyat semakin Dicekik
BERITANUSANTARA.com,- HARGA bahan bakar minyak (BBM) dan tarif dasar listrik di tanah air terancam akan kembali naik. Hal itu dampak konflik di Timur Tengah yang makin memanas.

Setelah ada aksi pemutusan hubungan diplomatik antara Arab Suadi, Uni Emirat Arab, sampai Mesir kepada Qatar, giliran Iran yang diserang aksi teror. Umumnya, konflik seperti itu akan memicu naiknya harga minyak dunia karena komoditas emas hitam banyak diproduksi di Timur Tengah.

Hari ini, Kamis (8/6) harga minyak dunia jenis brent berada di level USD 48.56 per barel. Naik tipis dari Rabu (7/6) yang masih dihargai USD 48 per barel. Respon yang sama juga ditunjukkan untuk minyak jenis WTI yang naik dari USD 46.12 dari harga Rabu sebesar USD 46 per barel.

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro mengatakan, konflik yang terjadi sebenarnya bisa berdampak dua hal pada Indonesia. Pertama, harga minyak makin murah karena Qatar bisa mengancam keluar dari OPEC (organisasi negara-negara pengekspor minyak bumi) dan Pemerintah Indonesia pasti akan menaikkan harga BBM.

"Mereka bisa menggenjot produksi karena tidak terikat batasan lagi. Qatar juga butuh banyak uang karena kondisi saat menuntut kebutuhan fiskal lebih banyak bagi mereka," ujarnya, Kamis (7/6).

Sisi yang kedua, harga minyak dunia bisa melonjak makin mahal kalau konflik tidak segera tertangani dan makin meruncing. Yang dikhawatirkan Komaidi, konflik itu berujung pada aksi militer yang mengancam infrastruktur migas. Atau, hal lain yang memicu tersendatnya distribusi migas dari Qatar.

Kata dia, produksi minyak Qatar saat ini menembus 2 juta barel per hari. Jumlah yang sangat besar dan bisa mempengaruhi harga minyak dunia kalau sampai hal itu bisa terjadi. "Biasanya, konflik yang menyebabkan produksi turun seperti perang. Bisa juga ketegangan wilayah yang menyebabkan jalur distribusi migas terganggu," imbuhnya.

Kalau itu sampai terjadi, bisa berakibat buruk pada Indonesia. Tarif listrik dan BBM bisa makin mencekik. Seperti diketahui, sebagai negara importir minyak, Indonesia sangat bergantung pada harga minyak dunia. Jika harga turun, berbagai komoditas bisa dipastikan tidak melonjak naik. Tapi kalau minyak dunia naik, listrik dan BBM bisa ikut naik.

Untuk penentuan tarif dasar listrik misalnya. PLN menggunakan tiga faktor penentu. Yakni, harga minyak, inflasi, serta nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika. Sedangkan BBM, sudah lazim diketahui kalau Indonesia punya ketergantungan terhadap minyak dunia.

Lebih lanjut dia menjelaskan, dalam waktu singkat ada manfaat yang bisa diambil Indonesia dari konflik Qatar itu. Prediksinya, harga minyak akan turun. Apalagi, kalau Qatar sampai keluar dari OPEC. "Sebagai konsumen, kita bisa membeli dengar harga murah. Tapi, itu jadi pukulan bagi industri migas nasional," terangnya.

Namun, dia memperkirakan Qatar tidak sampai keluar dari OPEC. Sebab, pangkal konflik Timur Tengah kali ini awalnya dari kesalapahaman saja. Harusnya, bisa diselesaikan dalam waktu dekat. “Konflik ini beda dari biasanya. Keluar dari OPEC juga masih sebatas rencana,” tuturnya. (dn)
Komentar ...
News Update