BERITANUSANTARA.com
FOLLOW BERITA NUSANTARA Like Like Like Like
Senin | 01 Mei 2017 | 13:58:33 WIB

GAYAHIDUP

Pemanfaatan Limbah Plastik yang Bernilai Jual Tinggi

REDAKSI - BERITANUSANTARA.COM
Pemanfaatan Limbah Plastik yang Bernilai Jual Tinggi
BERITANUSANTARA.com,- ReportaseIndonesia.com - Jakarta, Dalam rangka memberikan kontribusi dan berperan aktif pada masalah lingkungan dan menyongsong hari lingkungan hidup 2017, Lions Club International District 307 A1 diselenggarakanlah Seminar yang memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai plastik dengan tema "Pengenalan, Pemanfaatan dan Pengelolaan Plastik", Aman Untuk Makanan, Minuman dan Lingkungan di Hotel Amos Cozy, 28 April 2017.

Edi Rivai salah satu pembicara dari Chandra Asri Petrochemical yang juga sebagai Direktur INAPLAS pada seminar ini menjelaskan, "Plastik Polipropilena dan Polietilena ini ekonomis, tahan lama, dapat diproduksi skala massal, ringan, ketahanan gas dan uap air yang baik sehingga sangat cocok untuk kemasan makanan minuman, dan mudah didaur, dalam banyak hal, plastik justru lebih "Hijau" dibanding material lain

Edi menjelaskan INAPLAS selama ini selalu memberikan edukasi kepada masyarakat baik itu kepada komunitas seperti Lions Club, maupun kepada siswa sekolah dengan tujuan meningkatkan kepedulian masyarkat terhadap lingkungan, terutama dengan mulai memilah-milah limbah serta membuang pada tempatnya.

Sedangkan Ketua Penyelenggara Seminar, Khoe Ribka mengatakan, tema yang dipilih karena plastik dapat ditemui di hampir setiap barang yang kita pergunakan sehari-hari, mulai aneka kantong belanja, bahan kemasan makanan dan minuman, selain tahan lama, murah, dan mudah di dapat.

Lebih jauh Gubernur Perkumpulan Lions Indonesia Distrik 307 A-1, Wang Tjie Hoa mengatakan lingkungan menjadi perhatian serius Lions Club melalui seminar ini diharapkan anggota dapat berperan dalam memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat khususnya dimulai dari lingkungan keluarga.

Edi Rivai mengungkapkan solusi terhadap sampah dimulai dari manajemen pengolahan sampah untuk mengubah perilaku membuang sampah pada tempatnya dengan mengimplementasikan reward dan punsihment terhadap peraturan yang sudah ada secara konsisten dan berkelanjutan, serta menerapkan program "waste to energy".

Kepala Laboratorium Teknologi Polimer dan Membran ITB, Akhmad Zainal Abidin dalam seminar ini memaparkan makalah bertajuk "Pemanfaatan Lanjut Dan Teknologi Plastik Bekas Menjadi Energi, BBM, dan Bahan Material Aspal.

Zainal mengatakan, sejalan dengna perkembangan teknologi cara penanganan yang terbaik untuk mengolah sampah plastik diperlukan upaya pengolahan menjadi benda yang memiliki nilai jual tinggi, salah satunya dengan mengolah limbah plastik menjadi sumber energi dan sebagai bahan materal aspal sebagai penguat infrastruktur jalan.

Sarman Simanjorang selaku Ketua HIPPI (Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia) juga menyampaikan pendapatnya," Sampah bisa dijadikan peluang bisnis, khususnya sampah plastik. Apalagi saat ini, pemakaian plastik hampir 1 milyar dalam 1 tahun dan dalam 1 hari pemakaian 2 plastik ,jadi peluang ini bisa dimanfaatkan,".

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aperindo), Roy Nicholas Mandey yang hadir dalam acara tersebut juga memaparkan mengenai tren pemakaian dan pengolahan kantong plastik di toko retail modern sudah menjadi tanggung jawab sosial peritel.

Pembicara lainnya dari Asosiasi Daur Ulang Indonesia (Adupi), Daniel Lawrence mengatakan, pihaknya sepakat sampah plastik merupakan persoalan besar yang perlu ditangani serius.

"Paradigma pengolahan sampah konvensional harus diubah menjadi konsep 3R yakni reduce atau mengurangi volume, reuse atau menggunakan kembali, dan recycle atau mendaur ulang.," ujar dia. (yz)
Komentar ...
News Update