BERITANUSANTARA.com
FOLLOW BERITA NUSANTARA Like Like Like Like
Minggu | 22 Juni 2014 | 01:04:32 WIB

NASIONAL

Purnawirawan Kopassus Marah dan Anggap Wiranto Penghianat Bangsa

REDAKSI - BERITANUSANTARA.COM
Purnawirawan Kopassus Marah dan Anggap Wiranto Penghianat Bangsa
BERITANUSANTARA.com,- ReportaseIndonesia.com - Jakarta, Pernyataan mantan Menhankam/Panglima ABRI (Purn) Jenderal Wiranto soal surat rekomendasi Dewan Kehormatan Perwira menyulut emosi mantan prajurit Kopassus. Sebab, kata-kata yang disampaikan Ketua Umum Hanura ini dianggap memanasi dan seakan mengadu domba prajurit di akar rumput.

"Kami datang bukan masalah orasi dan dukungan. Kita para purnawirawan ini tersinggung oleh Wiranto, oknum para jenderal, karena tidak bicara dengan tegas dan hanya adu domba serta memecah belah. Kami di akar rumput mulai panas. Ingin seolah-olah kita berperang lagi," ujar Juru Bicara Purnawirawan Kopassus Kolonel (Purn) TNI Ruby di Jakarta, Sabtu (21/6).

Rubi menambahkan, Wiranto seharusnya menjadi teladan bagi prajurit di bawahnya. Namun, hal itu tidak dilakukan Wiranto.

"Di sini semua perwakilan, kapan saja kami siap mencari wiranto di manapun baik di rumah maupun di kantornya," tegas mantan Dantim I Kompi 13 ini.

Tindakan keras akan terus dilakukan para mantan prajurit Kopassus agar Wiranto tidak lagi memecah belah mental para prajurit. Dia pun mengancam tidak akan tinggal diam jika Wiranto tetap berkoar-koar.

"Kalo dia terus memberikan pernyataan kita akan cari dia, di mana dia ada kita akan cari. Kalau dia diam, kami akan diam," ucapnya.

Tak hanya itu, Ruby bersama 19 purnawirawan Kopassus juga akan mengejar pihak-pihak yang dianggap sebagai pengkhianat bangsa, termasuk Wiranto.

"Hari ini kita akan gerilya. Kita akan mencari orang-orang yang berbicaranya tidak bertanggung jawab. Orang yang menjadi pengkhianat bangsa akan kita cari mulai saat ini," lanjutnya kesal.

Dalam pernyataan sikap dan orasi ini dihadiri 20 purnawirawan pasukan elite Kopassus.

Purnawirawan Kopassus tidak mau dipecah belah. Deklarasi hari ini mewakili dukungan mantan Kopassus se-Indonesia, demikian ditegaskan Kolonel (Purn) TNI Ruby setelah mendeklarasikan dukungan terhadap calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, di kantor Djoko Santoso Center, Jakarta. Sabtu (21/6).

"Mantan baret merah seluruh Indonesia pilih Prabowo-Hatta adalah harga mati," tegas Ruby.

Terkait peristiwa Mei 1998, Rubi mengatakan, mantan Panglima ABRI Jenderal (Purn) Wiranto adalah pihak yang paling bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

"Beliau memerintahkan untuk membumihanguskan Jakarta dan Timor Timur. Kami adalah saksi hidup," jelsanya.

Atas pernyataan Wiranto beberapa waktu lalu yang menyebutkan bahwa Prabowo dipecat karena terlibat kasus penculikan, Rubi mengaku sangat heran.

"Apa yang diucapkan Wiranto itu salah. Sudah tidak benar. Yang membumihanguskan 1998 itu perintah Wiranto," ulangnya.

Tidak hanya itu, Ruby bahkan menuding Wiranto sengaja memecah belah dan mengadu domba Kopassus. Oleh karena itu, imbuh Rudi, kami mendesak Wiranto melepaskan wing komando milik Kopassus.

"Kalau dia terus memberikan pernyataan, kita akan cari dia. Di mana dia ada kita akan cari. Kalau dia diam, kita akan diam," desak Rudi.

Sebelumnya, mantan Panglima ABRI Jenderal (Purn) Wiranto sudah angkat bicara terkait tudingan dia terlibat dalam kasus kerusuhan Mei 1998. Wiranto mengaku beberapa waktu terakhir ini seolah disudutkan dengan tudingan dalam kasus penculikan aktivis dan penembakan mahasiswa.

Pada kesempatan itu, Wiranto mengklaim, selaku Panglima ABRI telah melakukan pencegahan dan menginstruksikan untuk mengusut siapa pun, baik dari sipil maupun militer yang terlibat kerusuhan Mei 1998.

"Sebagai Panglima ABRI saat itu, secara otomatis saya terlibat. Bukan sebagai dalang, namun sebagai pihak yang tidak melakukan pembiaran," ujar Wiranto, Kamis (19/6).
Komentar ...
News Update