BERITANUSANTARA.com
FOLLOW BERITA NUSANTARA Like Like Like Like
Minggu | 08 Juni 2014 | 11:20:04 WIB

HIBURAN

Yuk Berkunjung Ke Museum

REDAKSI - BERITANUSANTARA.COM
Yuk Berkunjung Ke Museum
BERITANUSANTARA.com,- ReportaseIndonesia.com - Jakarta, Ingin mengajak putra-putri Anda berwisata yang agak berbeda dengan biasanya? Namun, Anda tetap ingin menambah pengetahuan bagi mereka dan jauh dari kebisingan?

Kalau begitu coba datang ke museum yang satu ini. Museum Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Ketika berkunjung ke museum yang terletak di Jalan Trunojoyo Nomor 3, Jakarta Selatan ini, mata Anda akan dimanjakan oleh helikopter dan mobil brimob. Kedua kendaraan andalan terparkir di halaman depan museum. Menariknya, pengunjung bisa naik ke kedua kendaraan ini. Anda pun bisa berfoto sepuasnya ala pilot helikopter Polri di sini.

Ada pula patung Bapak Kepolisian Negara Republik Indonesia yaitu Jenderal Polisi RS Soekanto Tjokrodiatmodjo yang berdiri gagah.

Nah, beberapa langkah dari patung ini, Anda akan mendapati patung Kemitraan Polisi karya Dolorosa Sinaga di lobi Museum Polri. Nilai seni dari patung ini sangat menawan.

Lalu di belakangnya, ada papan merah putih berukuran besar. Pada bagian merah, tuliskan nilai dasar yang menjadi pedoman para anggota Polri, Tribrata dan Catur Prasetya. Tidak lupa, lambang Polri, Rastra Sewakottama juga menghiasi papan tersebut.

Sementara, pada papan bagian putih, tercantum nama-nama polisi yang gugur dalam Operasi Trikora, operasi militer di wilayah Polda Aceh, maupun musibah tsunami. Ini sebagai catatan untuk mengenang jasa mereka.

Usai menambah pengetahuan tentang para pahlawan itu, pengunjung akan disambut oleh plakat berwarna keemasan yang berisi petikan kutipan milik Bung Karno. "...Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya... Oleh karena itu, jangan sekali-kali melupakan sejarah...."

Tidak jauh dari plakat itu, mata Anda dan keluarga akan dimanjakan dengan sejumlah koleksi milik Polri, mulai dari seragam hingga kendaraan yang digunakan anggota Korps berseragam coklat ini. Museum yang resmi dibuka 1 Juli 2009 tersebut juga menyuguhkan jejak-jejak sejarah Polri dari masa penjajahan kolonial dan perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Ada pula koleksi koper alat identifikasi sidik jari, lie detector, kamera single Yashica 653 dari Jepang yang digunakan untuk memotret tempat kejadian perkara, dan kamera tersamar Chinon yang tersembunyi dalam kopor coklat. Kamera yang satu ini biasa digunakan untuk penyamaran dan penyelidikan.

Masih di lantai satu museum dicetuskan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri ini, pengunjung akan dibuat ternganga oleh koleksi persenjataan yang digunakan oleh Polri. Namun, Anda harus bergeser ke sebelah kanan dari tempat koleksi motor tadi ya.

Ada senapan Garand M1 jenis Karabin kaliber 30.06 mm buatan Amerika Serikat tahun 1917, senapan Karabin Lee Enfield buatan Inggris 1971 yang digunakan di awal terbentuknya Polri, hingga senjata jenis Heavy Machine Gun HMG/SG 43 yang diproduksi Uni Soviet 1946 untuk menangkis serangan udara pada pengamanan Pepera 1963 serta Peluncur Roket SPG 82 seri GA 143 buatan Uni Soviet pada 1946.

Masuk lebih dalam di lantai satu Museum Polri, Anda akan menemui Hall of Fame yang menampilkan foto-foto dan biografi singkat para Kapolri yang pernah menjabat di negeri ini. Ada juga seragam mantan Kapolri Jenderal (Purn) Kunarto yang pernah menjabat sebagai ajudan Presiden Soeharto dari 1979 hingga 1986.

Eits, tapi jangan puas dulu dengan berkeliling di lantai dasar ini. Cobalah naik ke lantai dua.

Pada lantai ini, ada informasi untuk anak-anak tentang fungsi dan tugas seorang polisi. Ada sarana permainan interaktif dan buku pengetahuan untuk mengamati jejak dan petunjuk ala petugas reserse.

Selain tu, dijelaskan macam-macam satuan di kepolisian, profil dan simbol satuan polisi, dan ruang kepahlawanan. Sedangkan di lantai tiga untuk bagian pustaka dan pengurus Museum Polri.

Seru bukan? Pastinya anak-anak termanjakan di museum yang relatif mungil ini.

Museum Polri buka dari Selasa hingga Minggu pukul 08.00-15.00 WIB. Bagi Anda yang penasaran, langsung saja datang. Terlebih, pengelola tidak memungut biaya sepeserpun dari pengunjung museum.
Komentar ...
News Update