BERITANUSANTARA.com
FOLLOW BERITA NUSANTARA Like Like Like Like
Selasa | 03 Juni 2014 | 01:29:05 WIB

NASIONAL

Presiden SBY Dianggap oleh Beberapa Perwira Tinggi TNI Sebagai Kapal Karam

REDAKSI - BERITANUSANTARA.COM
Presiden SBY Dianggap oleh Beberapa Perwira Tinggi TNI Sebagai Kapal Karam
BERITANUSANTARA.com,- ReportaseIndonesia.com - Jakarta, Sepanjang 10 tahun pemerintahannya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak pernah mengumpulkan semua pejabat tinggi militer dan polisi secara bersamaan. Senin (2/6), Presiden meminta semua pejabat tinggi Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia untuk berkumpul di Kementerian Pertahanan. Ada hal yang mendesak yang ingin disampaikan Presiden kepada seluruh jajaran pimpinan TNI dan Polri.

Dengan mimik muka yang serius Presiden menyampaikan informasi tentang adanya perwira tinggi yang masuk ke ranah politik. "Ada pihak-pihak yang menarik perwira tinggi untuk berpihak kepada pihak yang didukungnya. Tidak perlu mendengar Presiden kalian, itu kan kapalnya sudah akan karam," kata Presiden saat berpidato di depan perwira tinggi TNI dan Polri.

Menurut Presiden, ia sudah mengklarifikasi informasi tersebut. Ia meyakini bahwa informasi itu benar dan bukan fitnah. Hal itu merupakan benih-benih insubordinasi yang tidak boleh terjadi di dalam tubuh TNI dan Polri.

Presiden berpandangan bahwa TNI dan Polri aktif tidak boleh berpolitik. Institusi TNI dan Polri harus menjaga netralitasnya termasuk dalam pelaksanaan Pemilihan Presiden nanti. Kalau ada anggota TNI dan Polri aktif yang mau berpolitik, maka ia harus menanggalkan terlebih dahulu kedinasannya.

Pertemuan yang jarang dilakukan Presiden itu pantas jika lalu menimbulkan pertanyaan, siapa perwira tinggi yang mencoba melakukan insubordinasi? Apalagi Presiden sudah menyatakan bahwa informasi yang didapatkan itu dipastikan kebenarannya.

Sekarang ini tuduhan seakan mengarah kepada TNI Angkatan Darat. Ada perwira tinggi TNI AD yang dicoba ditarik-tarik ke dalam politik praktis. Namun Presiden tidak menjelaskan siapa perwira tinggi yang ia maksud.

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Budiman sendiri langsung mengadakan pertemuan dengan seluruh jajaran pimpinan TNI AD. Mulai dari Komandan Distrik Militer, Komandan Resor Militer, hingga Panglima Komando Daerah Militer dikumpulkan di Markas Besar TNI AD.

Jenderal Budiman mengatakan peringatan yang disampaikan Presiden pantas dijadikan bahan introspeksi dan retrospeksi seluruh jajaran TNI AD. Ia juga memperingatkan seluruh jajaran TNI AD untuk tidak terlibat dalam politik praktis dan siapa yang melanggar netralitas akan mendapatkan sanksi berat.

Pernyataan yang disampaikan Presiden baik untuk memberikan pesan bahwa TNI dan Polri harus netral pada Pemilihan Presiden nanti. Dengan peringatan itu setidaknya akan bisa mengerem tindakan-tindakan yang menyeret institusi TNI dan Polri ke dalam politik praktis.

Hanya saja tentunya isu itu tidak bisa dibiarkan menggantung. Agar tidak berkembang menjadi sikap saling curiga, maka harus dibuka apa yang dilakukan perwira tinggi yang dimaksud dan siapa perwira tinggi tersebut.

Kita harus menciptakan situasi yang sejuk menjelang pelaksanaan Pemilihan Presiden. Kita tidak boleh membiarkan suasana yang sudah panas sekarang ini ditambah dengan isu-isu yang serba samar-samar.

Apalagi ini terjadi di tubuh TNI atau Polri. Kita tidak boleh membiarkan kedua institusi terjebak dalam klik dan intrik. Kita harus membuat kedua institusi itu terus solid agar mampu menjalankan tugas seperti digariskan konstitusi.

Kita percaya bahwa ciri dari prajurit TNI dan juga anggota Polri sejati selalu akanĀ  bersikap ksatria. Mereka akan bersikap sportif dan mengakui kesalahan yang dilakukannya. Mereka tidak pernah lari dari tanggung jawab yang diembannya.

Apa yang terjadi di Kementerian Pertahanan tidak hanya akan berhenti pada pengarahan yang disampaikan Presiden. Pada hari-hari mendatang kita percaya akan ada sikap sportif yang ditunjukkan perwira tinggi yang dimaksud oleh Presiden.

Kita tahu bahwa itu adalah risiko yang harus ditanggung. Namun itulah ciri dari seorang perwira tinggi yang akan mengutamakan kehormatannya daripada sekadar jabatannya.

Harapan kita tentunya soliditas di dalam tubuh TNI maupun Polri harus terus bisa dijaga. Segala riak yang terjadi merupakan bagian untuk semakin memperkuat TNI dan Polri dalam ikut memajukan kehidupan bangsa dan negara yang kita cintai.
Komentar ...
News Update