BERITANUSANTARA.com
FOLLOW BERITA NUSANTARA Like Like Like Like
Kamis | 22 Mei 2014 | 18:30:26 WIB

MEGAPOLITAN

Udar Pristono : Jokowi dan Ahok Sebenarnya Tahu Kasus Korupsi Transjakarta

REDAKSI - BERITANUSANTARA.COM
Udar Pristono : Jokowi dan Ahok Sebenarnya Tahu Kasus Korupsi Transjakarta
BERITANUSANTARA.com,- ReportaseIndonesia.com - Jakarta, Mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono menyebut nama Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau Jokowi sebagai orang yang mengetahui proses pengadaan Bus Transjakarta.

"Pak Jokowi tau lah, tidak mungkin tidak tahu. Saya punya video dan gambar-gambarnya," ujarnya, Rabu (21/5/2014).

Menurutnya, Jokowi disebut sebagai orang yang mengetahui proses pengadaan alat transportasi tahun 2013 dengan anggaran sebesar Rp1,5 triliun tersebut. Namun dirinya tidak membeberkan secara detil keterlibatan Jokowi dalam proyek pengadaan bus itu.

Dirinya juga mengaku kecewa dengan sikap Pemprov DKI Jakarta yang berdiam diri terhadap kasus yang menimpa dirinya serta pegawai Pemprov DKI Jakarta. Karena sejatinya, seorang pemimpin dapat membantu menjelaskan kepada penyidik Kejaksaan Agung mengenai proses pengadaan dan sangkaan yang dituduhkan kepada sejumlah anak buahnya.

Terlebih lagi, dirinya hanya menjalankan tugas selaku Kepala Dinas Perhubungan yang harus bertanggungjawab kepada atasannya dalam hal ini gubernur dan wakil gubernur.

"Kami dibiarkan selama ini dan tidak ada hal-hal yang bisa meringankan kami. Kami ini kan PNS, aturan-aturannya administrasi negara, kami bukan penjahat," keluhnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dituding sebagai orang yang menyebabkan mantan Kadishub DKI Jakarta Udar Pristono menjadi tersangka, atas dugaan korupsi proyek pengadaan bus Transjakarta. Tim pengacara Pristono pun berencana akan melaporkan Ahok ke Mabes Polri, terkait pernyataan orang nomor dua di DKI Jakarta itu yang dianggap merugikannya.

Terkait rencana pelaporan tersebut, Gubernur Joko Widodo mengaku sudah mengetahuinya. Bahkan, Jokowi menilai kemungkinan, bukan hanya Ahok saja, ia menduga, dirinya juga akan ikut dipolisikan oleh mantan anak buahnya itu.

"Tahu saya (akan dilaporkan)," ujar Jokowi usai menghadiri acara Rakornas Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Hotel Grand Sahid Jaya, Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (21/5/2014).

Pascapernyataan Udar Pristono dan tim pengacaranya itu, Jokowi mengaku dalam waktu dekat ini akan segera menggelar rapat membahas persoalan tersebut bersama Ahok, kepala biro hukum, dan Kepala Bapeda. "Kita akan rapat. Kita ingin tahu persoalan versi kepala dinas," kata Jokowi.

Terkait kasus tersebut, Jokowi mengaku selama ini banyak mendapat informasi mengenai adanya penyelewengan yang melibatkan pejabat di Dinas Perhubungan. Terkait sangkaan penyidik Kejaksaan yang menuding Udar Pristono bersalah dalam kasus tersebut, Jokowi menilai informasi tersebut mungkin saja benar.
"Apa yang disampaikan ada benarnya, tapi itu wilayah hukum, saya ndak mau campuri," ucapnya.

Melalui Tim kuasa hukumnya, Hasan Basri, Udar Pristono menilai Ahok juga harus diperiksa terkait kasus yang kini menjerat kliennya itu. "Pak Ahok itu harus diperiksa (penyidik)," ucap Hasan saat memberikan keterangan persnya di kawasan Cikini.
Hasan mengatakan, opini yang dilontarkan Ahok berdampak pada Udar sehingga kliennya dituduh seperti ini. Sementara menurut Hasan, sebuah pemberian tuduhan seharusnya sudah melalui proses pemeriksaan internal terlebih dahulu. Agar diketahui siapa yang salah dalam kasus ini.

"Karena dari pemeriksaan internal itu akan diputuskan apakah klien kita ini betul-betul melakukan sebuah kesalahan, atau tidak. Bila salah, salahnya dari segi apa, apakah pidana atau perdata?" ujarnya.

"Sehingga, ada kewajiban dari pemenang tender apabila ada sebuah kerusakan, mereka ganti dan mereka selesaikan bila dari segi perdatanya," pungkas Hasan.

Dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan bus Transjakarta tahun anggaran 2013, jaksa telah menetapkan 4 tersangka. Di antaranya mantan Kadishub DKI Udar Pristono dan Direktur Pusat Teknologi dan Sistem Transportasi di Bidang Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Prawoto.



Komentar ...
News Update